Matahari telah berada di ufuk
barat bersiap untuk
menenggalamkan panasnya. Di
rumah sakit shania yang sudah di
temani kembali oleh mbo nah dan
pa warman, yang tadi mencari
shania kemudian di tunjukan oleh
seseorang yang mengenali ciri-ciri
shania dari pertanyaan mbo nah
ke rumah sakit ini.
Shania Menunggui kinal yang
sudah di pindah ke ruang rawat
setelah tadi 4 jam lebih di ruang
UGD di tangani dokter. Tak lama
kemudian ibu kinal datang
dengan setengah berlari
menghampiri bangsal tempat kinal
berbaring, shania yang sedang
duduk di sebelah kinal langsung
berdiri.
"ya tuhan kaka, apa yang sudah
terjadi?" ibu kinal mengelus halus
rambut kinal dengan matanya
mengeluarkan tangis ke
hawatiran.
"maafin aku tante.." shania
bersuara, membuat ibu kinal
mengalihkan pandangannya
"kamu nak, yang tadi
menghubungi ibu?" tanya ibu
kinal, shania mengangguk seraya
menjelaskan kejadian yang
menimpanya dan yang membuat
kinal sampai akhirnya pingsan
dan harus di bawa ke rumah sakit.
Ibu hanya bisa meneteskan air
mata mendengar cerita shania, ibu
duduk di sebelah kinal sambil
memegang lembut tangan kinal.
Setelah kejadian konyol tadi.
Melody, sonya dan mova akhirnya
ikut gabung di kamar nabilah.
mereka asik membangun obrolan
sampai Terlihat ayana berbisik
pelan ke nabilah, sonya yang
melihat hal itu dengan cepat
menegur "hey, kenapa bisik-bisik
gitu? Ga sopan tau! Disini ada lebih
dari 2org!" membuat ayana kaget
"engga ka, maaf, itu.. tadi aku
bisik ke nabilah soal... Soal
nanyain kaka yang itu" jawab
ayana sambil menunjuk ke arah
mova,
"aku?!" ucap mova sambil
menunjuk diri sendiri
"ia, kaka! Kaka bukannya ka
Alissa Galliamova itu ya?!" tanya
ayana dengan wajah tak percaya
nya
"ia, aku emang yang kamu
sebutin" jawab mova
"berarti bener dong! Kaka artis
kan? Yang sekarang lagi jadi
pemeran utama Aisyah di sinetron
'Aku Bukan Aisyah'?!" ayana
kembali bertanya begitu antusias,
cindy yang mendengar hal itu
ikut-ikutan angkat bicara "hah!
'Aku Bukan Aisyah' itu kan
sinetron yang sering di tonton
sama kaka sama bunda aku.."
sambil menatap wajah mova. "ia!
Itu emang ka mova.." jawab
nabilah dengan nada datarnya
"jadi beneran kaka ka alissa!"
ucap ayana, dia merangkak
mendekat ke mova. Mova
tersenyum melihat tingkah ayana
"aaaa,, bil, bil.. Photo in aku dong!
Cepetan nabilah!" ayana
memberikan ponselnya pada
nabilah.
"aku ikutan." seru cindy, ikut
mendekat ke arah mova. melody
tersenyum melihat tingkah dari
teman-teman adiknya ini.
Melihat ayana, cindy, dan nabilah
yang saling bergiliran photo
bersama mova, Akhirnya sonya
mengusulkan untuk photo-photo
bareng. nabilah, melody, ayana,
mova, dan cindy pun mengikuti
dengan senang hati. Dengan pose
nya masing-masing mereka saling
bergiliran: pose ber2, ber4, sampai
berbarengan semuanya. Dengan
kamera digitalnya disimpan di
atas meja belajar nabilah.
Setelah melakukan beberapa pose,
tiba-tiba ponsel cindy berdering.
Dengan cepat cindy
mengambilnya, dan segera
menekan tombal accept
"halo, bunda.." ucap cindy, "apa!
Ko bisa? Kenapa bunda? Tapi ka
kinal ga parah kan bunda?! Terus
sekarang di rumah sakit mana?!"
cindy begitu terdengar hawatir
setelah mendengar penjelasan
ibunya tentang kondisi kinal dan
menyuruh cindy untuk datang ke
rumah sakit. "cindy sekarang
kesana bunda" kata cindy seraya
mematikan ponselnya.
Nabilah dan ayana yang sudah ada
di dekat cindy saat tadi cindy
mengucapkan kata rumah sakit
menanyakan apa yang terjadi
"aku pamit dulu ya nabilah, aku
harus ke rumah sakit!" ucap cindy,
tidak begitu memperdulikan
pertanyaan nabilah dan ayana
"ia tapi kenapa? Apa yang terjadi
sama ka kinal?!" nabilah kembali
bertanya
"kata bunda 'kaka masuk rumah
sakit, abis berantem sama preman
yang gangguin temennya'" jawab
cindy dengan wajah begitu cemas,
"ya sudah biar ka melody antar
kamu ke rumah sakit!" ucap
melody yang sedari tadi menyimak
"jangan ka, nanti malah
ngerepotin" jawab cindy
"udah ga apa-apa, dari pada
sekarang kamu sendirian ke
rumah sakit, dengan pikiran kamu
yang mencemaskan kaka kamu.
Kalo terjadi apa-apa di jalan
gimana?" tutur melody, "tapi,
ka.." "ga usah banyak tapi, kalo
kamu masih terus bicara kita ga
akan berangkat-berangkat!"
melody memotong ucapan cindy.
Merekapun berangkat ke rumah
sakit tanpa mova, karena mova
harus kembali ke lokasi syuting
menjalankan aktifitasnya.
Jam 21.00. melody, nabilah, sonya
dan ayana berpamitan pada
ibunya kinal. Sebelum pulang
nabilah dan ayana memeluk cindy,
mereka memberikan semangatnya
"ka kinal pasti baik-baik aja, dia
kan kuat" kata nabilah
"ka kinal itu... Kaka favorit aku, di
pasti bisa ngelawatin semuanya"
ayana ikut bicara.
"makasih ya.." balas cindy.
Melody yang melihat hal itu,
merasakan iri. Dia melihat nabilah
begitu dekat dengan ibunya cindy,
dengan cindy, dan bahkan
sepertinya dengan kakanya cindy
juga. Nabilah terlihat hawatir dan
mencemaskan kinal yang adalah
kaka dari sahabatnya. Terbersit
dalam benak melody
"apa nabilah juga akan sehawatir
dan secemas ini jika aku yang
berbaring di bangsal itu?".
..bersambung..
barat bersiap untuk
menenggalamkan panasnya. Di
rumah sakit shania yang sudah di
temani kembali oleh mbo nah dan
pa warman, yang tadi mencari
shania kemudian di tunjukan oleh
seseorang yang mengenali ciri-ciri
shania dari pertanyaan mbo nah
ke rumah sakit ini.
Shania Menunggui kinal yang
sudah di pindah ke ruang rawat
setelah tadi 4 jam lebih di ruang
UGD di tangani dokter. Tak lama
kemudian ibu kinal datang
dengan setengah berlari
menghampiri bangsal tempat kinal
berbaring, shania yang sedang
duduk di sebelah kinal langsung
berdiri.
"ya tuhan kaka, apa yang sudah
terjadi?" ibu kinal mengelus halus
rambut kinal dengan matanya
mengeluarkan tangis ke
hawatiran.
"maafin aku tante.." shania
bersuara, membuat ibu kinal
mengalihkan pandangannya
"kamu nak, yang tadi
menghubungi ibu?" tanya ibu
kinal, shania mengangguk seraya
menjelaskan kejadian yang
menimpanya dan yang membuat
kinal sampai akhirnya pingsan
dan harus di bawa ke rumah sakit.
Ibu hanya bisa meneteskan air
mata mendengar cerita shania, ibu
duduk di sebelah kinal sambil
memegang lembut tangan kinal.
Setelah kejadian konyol tadi.
Melody, sonya dan mova akhirnya
ikut gabung di kamar nabilah.
mereka asik membangun obrolan
sampai Terlihat ayana berbisik
pelan ke nabilah, sonya yang
melihat hal itu dengan cepat
menegur "hey, kenapa bisik-bisik
gitu? Ga sopan tau! Disini ada lebih
dari 2org!" membuat ayana kaget
"engga ka, maaf, itu.. tadi aku
bisik ke nabilah soal... Soal
nanyain kaka yang itu" jawab
ayana sambil menunjuk ke arah
mova,
"aku?!" ucap mova sambil
menunjuk diri sendiri
"ia, kaka! Kaka bukannya ka
Alissa Galliamova itu ya?!" tanya
ayana dengan wajah tak percaya
nya
"ia, aku emang yang kamu
sebutin" jawab mova
"berarti bener dong! Kaka artis
kan? Yang sekarang lagi jadi
pemeran utama Aisyah di sinetron
'Aku Bukan Aisyah'?!" ayana
kembali bertanya begitu antusias,
cindy yang mendengar hal itu
ikut-ikutan angkat bicara "hah!
'Aku Bukan Aisyah' itu kan
sinetron yang sering di tonton
sama kaka sama bunda aku.."
sambil menatap wajah mova. "ia!
Itu emang ka mova.." jawab
nabilah dengan nada datarnya
"jadi beneran kaka ka alissa!"
ucap ayana, dia merangkak
mendekat ke mova. Mova
tersenyum melihat tingkah ayana
"aaaa,, bil, bil.. Photo in aku dong!
Cepetan nabilah!" ayana
memberikan ponselnya pada
nabilah.
"aku ikutan." seru cindy, ikut
mendekat ke arah mova. melody
tersenyum melihat tingkah dari
teman-teman adiknya ini.
Melihat ayana, cindy, dan nabilah
yang saling bergiliran photo
bersama mova, Akhirnya sonya
mengusulkan untuk photo-photo
bareng. nabilah, melody, ayana,
mova, dan cindy pun mengikuti
dengan senang hati. Dengan pose
nya masing-masing mereka saling
bergiliran: pose ber2, ber4, sampai
berbarengan semuanya. Dengan
kamera digitalnya disimpan di
atas meja belajar nabilah.
Setelah melakukan beberapa pose,
tiba-tiba ponsel cindy berdering.
Dengan cepat cindy
mengambilnya, dan segera
menekan tombal accept
"halo, bunda.." ucap cindy, "apa!
Ko bisa? Kenapa bunda? Tapi ka
kinal ga parah kan bunda?! Terus
sekarang di rumah sakit mana?!"
cindy begitu terdengar hawatir
setelah mendengar penjelasan
ibunya tentang kondisi kinal dan
menyuruh cindy untuk datang ke
rumah sakit. "cindy sekarang
kesana bunda" kata cindy seraya
mematikan ponselnya.
Nabilah dan ayana yang sudah ada
di dekat cindy saat tadi cindy
mengucapkan kata rumah sakit
menanyakan apa yang terjadi
"aku pamit dulu ya nabilah, aku
harus ke rumah sakit!" ucap cindy,
tidak begitu memperdulikan
pertanyaan nabilah dan ayana
"ia tapi kenapa? Apa yang terjadi
sama ka kinal?!" nabilah kembali
bertanya
"kata bunda 'kaka masuk rumah
sakit, abis berantem sama preman
yang gangguin temennya'" jawab
cindy dengan wajah begitu cemas,
"ya sudah biar ka melody antar
kamu ke rumah sakit!" ucap
melody yang sedari tadi menyimak
"jangan ka, nanti malah
ngerepotin" jawab cindy
"udah ga apa-apa, dari pada
sekarang kamu sendirian ke
rumah sakit, dengan pikiran kamu
yang mencemaskan kaka kamu.
Kalo terjadi apa-apa di jalan
gimana?" tutur melody, "tapi,
ka.." "ga usah banyak tapi, kalo
kamu masih terus bicara kita ga
akan berangkat-berangkat!"
melody memotong ucapan cindy.
Merekapun berangkat ke rumah
sakit tanpa mova, karena mova
harus kembali ke lokasi syuting
menjalankan aktifitasnya.
Jam 21.00. melody, nabilah, sonya
dan ayana berpamitan pada
ibunya kinal. Sebelum pulang
nabilah dan ayana memeluk cindy,
mereka memberikan semangatnya
"ka kinal pasti baik-baik aja, dia
kan kuat" kata nabilah
"ka kinal itu... Kaka favorit aku, di
pasti bisa ngelawatin semuanya"
ayana ikut bicara.
"makasih ya.." balas cindy.
Melody yang melihat hal itu,
merasakan iri. Dia melihat nabilah
begitu dekat dengan ibunya cindy,
dengan cindy, dan bahkan
sepertinya dengan kakanya cindy
juga. Nabilah terlihat hawatir dan
mencemaskan kinal yang adalah
kaka dari sahabatnya. Terbersit
dalam benak melody
"apa nabilah juga akan sehawatir
dan secemas ini jika aku yang
berbaring di bangsal itu?".
..bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar